
Satu batang rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, dan setidaknya 250 di antaranya bersifat beracun, sementara lebih dari 70 zat lainnya bersifat karsinogenik atau dapat memicu kanker. Di antara bahan kimia tersebut terdapat nikotin, karbon monoksida, formaldehida, tar, dan amonia. Semua zat ini dapat mengganggu sistem sirkulasi darah, termasuk aliran darah ke mata.
Nikotin, misalnya, dapat menyempitkan pembuluh darah kecil di sekitar retina dan saraf mata. Akibatnya, suplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh jaringan mata menjadi berkurang. Ketika hal ini terjadi secara terus-menerus, sel-sel di retina dan saraf optik dapat rusak, yang berujung pada penurunan fungsi penglihatan.
Selain itu, karbon monoksida yang dihasilkan dari pembakaran tembakau juga mengikat hemoglobin dalam darah, menggantikan oksigen yang seharusnya disalurkan ke seluruh tubuh. Ini membuat jaringan tubuh, termasuk mata, kekurangan oksigen. Kondisi tersebut dapat mempercepat degenerasi sel dan memperburuk kesehatan mata secara keseluruhan.
Tidak hanya perokok aktif, perokok pasif juga memiliki risiko yang sama. Asap rokok yang terhirup oleh orang di sekitar mengandung zat kimia berbahaya dalam jumlah besar. Paparan jangka panjang dapat menyebabkan iritasi mata, kekeringan, dan bahkan meningkatkan risiko gangguan penglihatan pada orang yang tidak merokok.
Jenis Gangguan Penglihatan akibat Merokok
Kebiasaan merokok yang berlangsung lama dapat menimbulkan berbagai gangguan pada mata, mulai dari yang ringan hingga menyebabkan kebutaan permanen. Berikut beberapa gangguan penglihatan yang umum dialami oleh perokok:
1. Degenerasi Makula (Age-related Macular Degeneration / AMD)
Salah satu penyakit mata yang paling umum dikaitkan dengan merokok adalah degenerasi makula. Makula merupakan bagian tengah retina yang berfungsi untuk melihat objek dengan jelas. Pada penderita AMD, makula mengalami kerusakan akibat aliran darah yang tidak lancar serta paparan radikal bebas dari asap rokok.
Penelitian menunjukkan bahwa perokok memiliki risiko dua hingga tiga kali lebih tinggi untuk menderita AMD dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Penyakit ini menyebabkan penglihatan menjadi buram, sulit membaca, dan kehilangan kemampuan melihat secara detail. Jika tidak ditangani, AMD dapat menyebabkan kebutaan permanen.
2. Katarak
Katarak terjadi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga cahaya tidak bisa masuk dengan sempurna ke retina. Merokok mempercepat proses oksidasi pada lensa mata, menyebabkan penumpukan protein yang membentuk kekeruhan. Kandungan nikotin dan zat kimia lainnya dalam asap rokok mempercepat proses ini.
Perokok berat memiliki kemungkinan hingga dua kali lipat lebih besar untuk mengembangkan katarak dibandingkan non-perokok. Kondisi ini dapat menyebabkan penglihatan kabur, silau saat melihat cahaya terang, dan warna yang tampak kusam.
3. Retinopati Diabetik
Bagi penderita diabetes, kebiasaan merokok memperburuk komplikasi pada mata yang disebut retinopati diabetik. Penyakit ini terjadi akibat kerusakan pembuluh darah kecil di retina. Nikotin dan karbon monoksida meningkatkan tekanan darah serta kadar gula darah, yang membuat pembuluh darah retina semakin rapuh dan mudah bocor.
Kombinasi antara diabetes dan merokok meningkatkan risiko kehilangan penglihatan secara drastis. Retinopati diabetik biasanya ditandai dengan gejala seperti penglihatan buram, munculnya bintik hitam (floaters), dan penurunan penglihatan secara bertahap.
4. Sindrom Mata Kering
Asap rokok juga menyebabkan mata kering kronis, terutama bagi orang yang sering terpapar asap di ruangan tertutup. Zat kimia dalam asap rokok mengiritasi selaput mata dan mengurangi produksi air mata alami. Akibatnya, mata menjadi kering, perih, merah, dan mudah lelah.
Kondisi ini mungkin tampak sepele, tetapi dalam jangka panjang dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada permukaan kornea.
5. Glaukoma
Glaukoma merupakan penyakit mata yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik, biasanya akibat tekanan berlebih di dalam bola mata. Merokok dapat memperburuk kondisi ini dengan meningkatkan tekanan intraokular serta mengganggu aliran darah ke saraf optik. Jika tidak segera diobati, glaukoma dapat menyebabkan kebutaan permanen tanpa gejala yang jelas di awal.
Upaya Mencegah Kerusakan Mata akibat Rokok
Kerusakan mata akibat rokok bersifat kumulatif — artinya semakin lama seseorang merokok, semakin besar risiko gangguan penglihatan yang akan dialami. Namun, kabar baiknya adalah kerusakan tersebut dapat dicegah atau diminimalkan dengan berhenti merokok dan menerapkan gaya hidup sehat.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mata adalah:
-
Berhenti merokok sesegera mungkin. Tubuh akan mulai memperbaiki diri segera setelah kebiasaan merokok dihentikan. Aliran darah ke mata juga akan kembali membaik dalam beberapa minggu.
-
Konsumsi makanan bergizi. Perbanyak asupan makanan kaya antioksidan seperti wortel, bayam, brokoli, dan ikan berlemak yang mengandung omega-3. Nutrisi ini membantu melindungi sel-sel mata dari kerusakan oksidatif.
-
Gunakan pelindung mata. Hindari paparan asap rokok, debu, dan sinar ultraviolet langsung dari matahari.
-
Periksa mata secara rutin. Deteksi dini sangat penting, terutama bagi perokok aktif atau mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit mata seperti glaukoma atau AMD.
-
Kendalikan penyakit penyerta. Bagi penderita diabetes atau hipertensi, menjaga kestabilan kadar gula dan tekanan darah akan mengurangi risiko komplikasi pada mata.
Kesimpulan
Rokok tidak hanya berbahaya bagi paru-paru dan jantung, tetapi juga merupakan ancaman serius bagi kesehatan mata. Zat kimia beracun dalam asap rokok seperti nikotin dan karbon monoksida dapat merusak pembuluh darah, mengganggu suplai oksigen ke retina, dan memicu berbagai penyakit mata seperti katarak, glaukoma, hingga kebutaan permanen.
Berhenti merokok adalah langkah terbaik untuk melindungi penglihatan. Dengan meninggalkan kebiasaan ini dan menjalani pola hidup sehat, seseorang tidak hanya menjaga kesehatannya secara umum, tetapi juga mempertahankan kemampuan melihat yang merupakan karunia berharga.
Menjaga mata berarti menjaga jendela kehidupan. Setiap batang rokok yang tidak dihisap adalah satu langkah lebih dekat menuju masa depan dengan penglihatan yang jernih dan sehat.